5 Cara Menghemat Baterai HP Android Agar Awet Seharian (2024)

Memperpanjang daya tahan baterai HP Android bukan sekadar mengubah pengaturan, melainkan tentang membangun kebiasaan perawatan yang baik. Artikel ini membahas lima strategi perawatan fundamental, mulai dari optimasi cara mengisi daya hingga menjaga suhu perangkat, untuk memastikan kesehatan baterai dan daya tahan maksimal sepanjang hari.

5 Cara Menghemat Baterai HP Android Agar Awet Seharian (2024)

5 Cara Menghemat Baterai HP Android Agar Awet Seharian (2024)

Daya tahan baterai yang singkat menjadi salah satu keluhan utama pengguna smartphone saat ini. Meskipun kapasitas baterai semakin besar, tuntutan dari aplikasi modern dan penggunaan intensif sering kali membuat HP Android terasa boros dan tidak mampu bertahan seharian penuh.

Banyak yang mencari solusi instan, namun kunci sebenarnya terletak pada perawatan jangka panjang. Menghemat baterai HP Android secara efektif bukan hanya tentang mematikan fitur, tetapi lebih kepada membangun kebiasaan baik yang menjaga kesehatan komponen baterai itu sendiri. Dengan pendekatan perawatan yang tepat, daya tahan baterai dapat dioptimalkan secara signifikan.

Fokus pada perawatan akan memberikan hasil yang lebih permanen dibandingkan trik sesaat. Kebiasaan ini membantu memperlambat degradasi baterai, sehingga performanya tetap prima lebih lama, tidak hanya untuk hari ini tetapi juga untuk bulan-bulan mendatang.

Baca juga:
5 Trik Jitu Atasi HP Lemot Tanpa Aplikasi Tambahan
Tips Ampuh: Optimalkan Baterai HP Android di 2024

1. Optimalkan Kebiasaan Pengisian Daya

Cara Anda mengisi daya memiliki dampak langsung terhadap umur dan kesehatan baterai. Merawat baterai dimulai dari mengubah kebiasaan lama yang ternyata kurang ideal untuk teknologi baterai lithium-ion modern.

Hindari membiarkan baterai terkuras hingga 0% atau mengisinya sampai 100% secara terus-menerus. Siklus pengisian penuh seperti ini memberikan tekanan lebih pada komponen baterai. Praktik terbaik adalah menjaga level baterai di rentang 30% hingga 80%. Mengisi daya saat baterai menyentuh 30% dan mencabutnya di sekitar 80% adalah strategi perawatan yang efektif.

Selain itu, hindari mengisi daya semalaman. Meskipun ponsel modern memiliki proteksi overcharging, membiarkannya terhubung ke listrik pada kondisi 100% selama berjam-jam dapat menghasilkan panas berlebih dan memberi tekanan (stress) pada baterai, yang secara perlahan mengurangi kapasitas maksimalnya.

2. Jaga Suhu Perangkat Tetap Ideal

Suhu ekstrem adalah musuh terbesar bagi kesehatan baterai. Paparan panas atau dingin yang berlebihan dapat merusak sel baterai secara permanen dan mempercepat penurunannya. Menjaga suhu perangkat adalah salah satu bentuk perawatan paling krusial.

Panas berlebih, misalnya di atas 35°C, dapat menyebabkan degradasi kapasitas baterai secara signifikan. Untuk mencegahnya, terapkan beberapa kebiasaan berikut:

  • Jangan meninggalkan ponsel di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari.
  • Hindari penggunaan intensif seperti bermain game berat atau merekam video 4K sambil mengisi daya.
  • Jika ponsel terasa panas saat diisi, lepas casing pelindung untuk membantu pelepasan panas.

Dengan mengelola suhu, Anda secara proaktif merawat komponen internal dan memastikan efisiensi baterai tetap terjaga untuk jangka waktu yang lebih lama.

3. Kelola Aplikasi Latar Belakang Secara Proaktif

Banyak aplikasi terus berjalan di latar belakang (background) meskipun tidak sedang digunakan. Aktivitas ini diam-diam mengonsumsi daya baterai. Mengelola izin aplikasi ini adalah bagian penting dari perawatan sistem untuk menghemat baterai HP Android.

Secara berkala, periksa menu pengaturan baterai di ponsel Anda. Di sana, Anda dapat melihat daftar aplikasi yang paling banyak mengonsumsi daya. Identifikasi aplikasi yang tidak perlu selalu aktif di latar belakang, seperti media sosial atau game.

Untuk aplikasi tersebut, masuk ke info aplikasi dan ubah pengaturan penggunaan baterai latar belakangnya menjadi “Dibatasi” (Restricted). Langkah ini mencegah aplikasi menyedot daya saat tidak Anda buka, sebuah langkah perawatan sederhana namun berdampak besar pada daya tahan baterai harian.

4. Manfaatkan Fitur Perawatan Baterai Bawaan Android

Sistem operasi Android modern dilengkapi dengan berbagai fitur cerdas yang dirancang untuk merawat dan mengoptimalkan penggunaan baterai secara otomatis. Memanfaatkan fitur-fitur ini adalah cara termudah untuk menjaga kesehatan baterai.

Dua fitur utama yang perlu diaktifkan adalah “Baterai Adaptif” (Adaptive Battery) dan “Kecerahan Adaptif” (Adaptive Brightness). Baterai Adaptif mempelajari pola penggunaan aplikasi Anda dan membatasi konsumsi daya untuk aplikasi yang jarang digunakan. Ini adalah bentuk perawatan otomatis yang cerdas.

Sementara itu, Kecerahan Adaptif menyesuaikan tingkat kecerahan layar secara otomatis berdasarkan kondisi cahaya di sekitar. Karena layar adalah salah satu konsumen daya terbesar, fitur ini memastikan layar tidak terlalu terang dari yang dibutuhkan, sehingga secara konsisten menghemat daya sepanjang hari.

5. Jaga Perangkat Lunak Tetap Mutakhir

Pembaruan sistem operasi (OS) dan aplikasi sering kali dianggap sepele, padahal ini adalah pilar fundamental dalam perawatan perangkat. Pengembang secara rutin merilis pembaruan yang tidak hanya berisi fitur baru, tetapi juga perbaikan bug dan optimasi efisiensi, termasuk untuk manajemen daya.

Aplikasi yang usang mungkin memiliki bug yang menyebabkannya mengonsumsi daya lebih banyak dari seharusnya. Begitu pula dengan versi Android yang lama. Pembaruan sering kali menambal kebocoran daya ini dan meningkatkan cara sistem mengelola sumber daya.

Pastikan Anda mengaktifkan pembaruan otomatis atau secara rutin memeriksa ketersediaan pembaruan di Google Play Store dan menu Pengaturan sistem. Menjaga perangkat lunak tetap mutakhir adalah langkah perawatan proaktif untuk memastikan semua komponen bekerja seefisien mungkin, yang berujung pada baterai awet seharian.

Bacaan Terkait