Review Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra: Sebagus Klaimnya?

Artikel ini mengulas kamera Samsung Galaxy S26 Ultra dengan fokus pada perbandingan fitur terhadap generasi sebelumnya. Pembahasan mencakup analisis mendalam mengenai sensor 200MP terbaru, kemampuan zoom optik, performa fotografi malam, serta peningkatan stabilisasi video yang diklaim jauh lebih canggih.

Review Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra: Sebagus Klaimnya?

Evolusi Fotografi Mobile: Samsung Galaxy S26 Ultra

Peluncuran Samsung Galaxy S26 Ultra kembali memicu diskusi hangat di kalangan penggemar teknologi dan fotografi seluler. Sebagai penerus dari seri flagship yang sangat sukses, perangkat ini membawa beban berat untuk melampaui standar tinggi yang telah ditetapkan oleh pendahulunya. Fokus utama dari perangkat ini tentu saja terletak pada sektor kamera yang membawa sejumlah klaim ambisius mengenai peningkatan kualitas gambar dan kecerdasan buatan.

Samsung tidak hanya menjanjikan angka megapiksel yang besar, tetapi juga perbaikan mendasar pada cara perangkat keras dan perangkat lunak bekerja sama. Klaim mengenai rentang dinamis yang lebih luas, kemampuan zoom yang lebih jernih, dan fotografi malam tanpa noise menjadi sorotan utama dalam materi pemasaran mereka. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah perubahan ini terasa signifikan saat digunakan di dunia nyata dibandingkan dengan seri S25 Ultra atau bahkan kompetitor sekelasnya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ulasan ini akan membedah secara mendalam melalui pendekatan perbandingan fitur. Kita tidak hanya akan melihat spesifikasi di atas kertas, melainkan membandingkan bagaimana fitur-fitur baru ini beradu kinerja melawan standar industri saat ini. Apakah Samsung Galaxy S26 Ultra benar-benar membawa revolusi, atau sekadar penyempurnaan minor dari teknologi yang sudah ada?

Perbandingan Sensor Utama: 200MP Generasi Baru vs Lama

Sorotan utama pada review kamera Samsung Galaxy S26 Ultra adalah penggunaan sensor ISOCELL terbaru beresolusi 200MP. Jika dibandingkan dengan sensor yang digunakan pada Galaxy S25 Ultra, terdapat perbedaan teknis yang cukup krusial pada ukuran sensor fisik. Samsung telah memperbesar ukuran sensor sebesar 15 persen, yang secara teori memungkinkan penangkapan cahaya yang jauh lebih banyak.

Dalam pengujian perbandingan fitur, perbedaan ini terlihat jelas pada kondisi pencahayaan yang menantang. Pada generasi sebelumnya, mode 200MP sering kali menghasilkan gambar yang sedikit _soft_ di bagian pinggir dan mengalami _shutter lag_ yang cukup mengganggu. Pada S26 Ultra, masalah _shutter lag_ tersebut telah dipangkas secara signifikan berkat prosesor gambar (ISP) yang lebih cepat, memungkinkan pengambilan gambar resolusi tinggi dengan kecepatan yang hampir setara dengan mode 12MP standar.

Selain itu, teknologi _pixel binning_ atau penggabungan piksel pada S26 Ultra kini lebih adaptif dibandingkan pendahulunya. Jika model lama hanya memiliki dua opsi penggabungan, model terbaru ini menawarkan algoritma adaptif yang dapat memilih rasio penggabungan terbaik berdasarkan intensitas cahaya sekitar secara real-time. Hasilnya adalah detail tekstur yang lebih tajam dan warna yang lebih akurat tanpa saturasi berlebihan yang sering menjadi ciri khas Samsung di masa lalu.

Adu Kemampuan Zoom: Telefoto Variabel vs Periskop Tetap

Salah satu aspek yang paling dinantikan dalam perbandingan fitur ini adalah kemampuan zoom. Samsung Galaxy S26 Ultra memperkenalkan teknologi lensa telefoto dengan _variable aperture_ dan _variable focal length_ yang sesungguhnya. Ini adalah peningkatan masif dibandingkan dengan lensa periskop _fixed_ yang ada pada seri Galaxy sebelumnya maupun pada kebanyakan ponsel flagship kompetitor.

Perbedaan kualitas terlihat sangat kontras pada rentang zoom menengah, yaitu antara 3x hingga 10x. Pada generasi sebelumnya, melakukan zoom di angka 7x sering kali menghasilkan gambar digital _crop_ dari lensa 3x atau _crop_ dari sensor utama, yang menurunkan kualitas detail. Dengan mekanisme variabel pada S26 Ultra, lensa optik dapat bergerak secara fisik untuk mengakomodasi titik fokus tersebut, menghasilkan ketajaman optik murni di seluruh rentang zoom.

  • Ketajaman Optik: S26 Ultra mempertahankan detail rambut dan tekstur kain pada zoom 10x jauh lebih baik daripada S25 Ultra.
  • Stabilisasi: OIS pada lensa telefoto baru ini diklaim 20% lebih stabil, meminimalisir getaran tangan saat membidik objek jauh.
  • Konsistensi Warna: Perpindahan antar lensa kini jauh lebih mulus dengan profil warna yang seragam, mengatasi masalah inkonsistensi warna pada model lama.

Nightography dan Low Light: Menembus Kegelapan

Istilah "Nightography" kembali didengungkan, namun kali ini dengan dukungan AI yang lebih agresif. Jika dibandingkan dengan mode malam pada iPhone seri Pro terbaru atau Galaxy generasi sebelumnya, S26 Ultra mengambil pendekatan yang berbeda dalam menangani _noise_. Alih-alih sekadar mencerahkan seluruh bingkai, algoritma terbaru lebih pintar dalam memilah area gelap dan terang untuk menjaga suasana malam tetap natural.

Perbandingan fitur _noise reduction_ menunjukkan lompatan kinerja yang signifikan. Pada ISO tinggi, S26 Ultra mampu mempertahankan detail halus yang biasanya hilang akibat proses penghalusan gambar yang terlalu agresif pada model lama. Langit malam terlihat lebih bersih tanpa bintik-bintik artefak, sementara sumber cahaya lampu jalan tidak lagi mengalami _flare_ yang berlebihan berkat lapisan lensa anti-reflektif baru.

Kecepatan pemrosesan mode malam juga menjadi poin perbandingan yang penting. Pengguna tidak lagi perlu memegang ponsel dalam posisi diam selama 3-4 detik untuk mendapatkan foto malam yang terang. S26 Ultra memangkas waktu eksposur yang dibutuhkan hingga setengahnya untuk hasil yang setara atau bahkan lebih baik dari pendahulunya, membuat pemotretan malam hari menjadi lebih spontan dan tidak kaku.

Sektor Videografi: Stabilisasi dan Resolusi 8K

Dalam ranah videografi, Samsung sering kali tertinggal sedikit di belakang kompetitor utamanya dalam hal kehalusan transisi dan naturalitas gambar. Review kamera Samsung Galaxy S26 Ultra kali ini menemukan adanya upaya serius untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Fitur perekaman video 8K kini bukan lagi sekadar _gimmick_ pemasaran, melainkan fitur yang benar-benar dapat digunakan (usable).

Perbedaan utamanya terletak pada _frame rate_ dan _cropping_. S26 Ultra kini mendukung perekaman 8K pada 60fps tanpa pemotongan gambar (crop) yang signifikan, sebuah fitur yang belum mampu diimbangi oleh S25 Ultra yang terbatas pada 30fps dengan crop rasio yang cukup besar. Hal ini memberikan ruang lebih bagi kreator konten untuk melakukan _reframing_ atau penstabilan tambahan di pasca-produksi tanpa kehilangan kualitas.

Berbicara mengenai stabilisasi, fitur Super Steady pada S26 Ultra telah ditingkatkan untuk bekerja optimal bahkan di kondisi minim cahaya. Pada model-model sebelumnya, mengaktifkan stabilisasi elektronik di malam hari sering kali menimbulkan efek _jitter_ atau bayangan bergetar pada lampu. Komparasi langsung menunjukkan bahwa masalah ini telah diminimalisir secara drastis, menjadikan hasil rekaman video malam hari terlihat jauh lebih profesional dan sinematik.

Kesimpulan: Apakah Upgrade Diperlukan?

Setelah melakukan berbagai perbandingan fitur secara mendalam, terlihat jelas bahwa Samsung Galaxy S26 Ultra membawa peningkatan yang substansial, bukan sekadar kosmetik. Perubahan pada arsitektur sensor, mekanisme zoom variabel, dan pemrosesan AI memberikan hasil nyata yang membedakannya dari generasi sebelumnya.

Bagi pengguna yang saat ini masih menggunakan Galaxy S23 Ultra atau model yang lebih lama, lompatan teknologi yang ditawarkan akan terasa sangat masif. Kemampuan zoom yang presisi dan fotografi malam yang superior menjadi nilai jual utama yang sulit diabaikan. Namun, bagi pengguna S25 Ultra, perbedaannya mungkin lebih terasa pada konsistensi dan kecepatan pemrosesan daripada kualitas gambar mentah sehari-hari.

Secara keseluruhan, review kamera Samsung Galaxy S26 Ultra ini membuktikan bahwa klaim perusahaan mengenai dominasi fotografi seluler memiliki dasar yang kuat. Perangkat ini berhasil menetapkan standar baru dalam fleksibilitas kamera smartphone, menggabungkan perangkat keras canggih dengan perangkat lunak yang cerdas untuk menghasilkan pengalaman fotografi yang komplit.

Baca juga:
Ulasan Samsung Galaxy S26: Spesifikasi, Kamera, dan Baterai
Review Xiaomi 16 Pro: Uji Tuntas Kamera, Baterai, & Performa

Bacaan Terkait