Review Samsung Galaxy S26 Ultra: Spesifikasi dan Hasil Kamera
Samsung Galaxy S26 Ultra menetapkan standar baru dengan peningkatan signifikan pada sektor kamera dan efisiensi daya dibandingkan pendahulunya. Ulasan ini membedah spesifikasi teknis dan hasil fotografi, serta menyajikan perbandingan fitur mendalam melawan generasi sebelumnya untuk menentukan kelayakan upgrade bagi pengguna.
Penulis : Stephanie Rigsby
Kehadiran Samsung Galaxy S26 Ultra di pasar smartphone global kembali memicu diskusi hangat mengenai batasan teknologi seluler masa kini. Sebagai penerus dari seri S25 Ultra yang sudah sangat bertenaga, perangkat ini memikul beban ekspektasi tinggi untuk menghadirkan inovasi yang lebih dari sekadar pembaruan kosmetik. Fokus utama dalam ulasan ini adalah membedah secara mendalam bagaimana spesifikasi terbaru diterjemahkan ke dalam pengalaman pengguna nyata.
Perhatian terbesar tentu tertuju pada sektor kamera dan performa komputasi yang diklaim membawa lompatan jauh dibandingkan generasi sebelumnya. Dalam review Samsung Galaxy S26 Ultra ini, analisis tidak hanya berhenti pada angka di atas kertas, melainkan bagaimana fitur-fitur tersebut beradu langsung dengan standar yang telah ditetapkan oleh pendahulunya. Perbandingan fitur menjadi metode paling efektif untuk melihat nilai jual sebenarnya.
Bagi pengguna yang sedang mempertimbangkan untuk mengganti perangkat lama, memahami perbedaan teknis dan fungsional sangatlah krusial. Apakah peningkatan pada sensor kamera dan manajemen termal benar-benar memberikan dampak signifikan, atau hanya sekadar taktik pemasaran? Artikel ini akan mengulas detail spesifikasi dan hasil kamera melalui kacamata perbandingan yang objektif.
Desain dan Layar: Evolusi Material Dibandingkan Pendahulunya
Jika disandingkan secara fisik dengan Galaxy S25 Ultra, S26 Ultra terlihat mempertahankan bahasa desain industri yang ikonik namun dengan penyempurnaan material yang subtil. Perbedaan mendasar terletak pada penggunaan Titanium Grade 4 yang lebih ringan namun lebih rigid dibandingkan Grade 2 pada seri sebelumnya. Perubahan ini memberikan ergonomi yang lebih baik saat digenggam dalam waktu lama, mengatasi keluhan bobot pada generasi lalu.
Peningkatan juga terlihat jelas pada sektor layar. Meskipun ukuran panel Dynamic AMOLED 2X tetap sama, tingkat kecerahan puncak kini mencapai 3.500 nits. Angka ini jauh melampaui pendahulunya yang hanya bermain di angka 2.600 nits, membuat visibilitas di bawah terik matahari langsung menjadi jauh lebih superior. Bezel yang semakin tipis juga memberikan rasio screen-to-body yang lebih imersif dibandingkan model tahun lalu.
Baca juga:
Review Jujur: Xiaomi Pad 7 Pro, Tablet Android Ngebut?
Ulasan Lengkap Galaxy S27 Ultra: Sejauh Mana Peningkatan Kameranya?
Ketahanan Kaca Pelindung
Perbandingan fitur proteksi layar juga menunjukkan peningkatan signifikan. S26 Ultra menggunakan generasi terbaru Gorilla Glass Armor Victus yang diklaim memiliki resistensi goresan 20% lebih tinggi dibanding kaca pelindung pada S25 Ultra. Dalam penggunaan sehari-hari tanpa pelindung tambahan, layar perangkat ini menunjukkan ketahanan yang lebih meyakinkan terhadap benda-benda abrasif mikroskopis.
Performa Chipset: Adu Efisiensi Snapdragon
Dapur pacu menjadi arena perbandingan yang sangat menarik. Galaxy S26 Ultra ditenagai oleh Snapdragon 8 Gen 5 for Galaxy, yang menawarkan arsitektur pemrosesan berbeda dari Gen 4. Jika generasi sebelumnya berfokus pada raw power, chipset terbaru ini menitikberatkan pada efisiensi daya dan kemampuan Neural Processing Unit (NPU) untuk kecerdasan buatan.
Dalam pengujian benchmark sintetis, peningkatan skor multi-core mungkin hanya berkisar 15%, namun perbedaan sesungguhnya terasa pada manajemen suhu. Dibandingkan dengan S25 Ultra yang terkadang mengalami throttling saat sesi gaming berat berdurasi panjang, S26 Ultra mampu mempertahankan frame rate stabil lebih lama berkat sistem pendingin vapor chamber yang 1,5 kali lebih luas.
- S25 Ultra: Cenderung hangat pada penggunaan multitasking intensif.
- S26 Ultra: Distribusi panas lebih merata dengan efisiensi daya 20% lebih baik.
- Stabilitas GPU: Peningkatan rendering grafis Ray Tracing yang lebih konsisten.
Review Kamera: Perbandingan Hasil Fotografi
Sektor ini adalah inti dari review Samsung Galaxy S26 Ultra. Samsung melakukan perombakan besar pada konfigurasi sensor, berbeda dengan pendekatan inkremental pada tahun-tahun sebelumnya. Sensor utama 200MP kini menggunakan ukuran fisik yang lebih besar, memungkinkan asupan cahaya yang jauh lebih masif dibandingkan sensor pada S24 atau S25 Ultra.
Kemampuan Low Light dan Nightography
Perbedaan paling mencolok terlihat saat membandingkan hasil foto malam hari. Pada Galaxy S25 Ultra, noise di area gelap kadang masih terlihat meski sudah diproses oleh AI. Sebaliknya, S26 Ultra menghasilkan gambar yang jauh lebih bersih dengan rentang dinamis (dynamic range) yang lebih luas. Algoritma pemrosesan gambar terbaru mampu memisahkan objek dan latar belakang dengan lebih presisi dalam kondisi minim cahaya.
Evolusi Telefoto dan Zoom
Perbandingan fitur zoom adalah aspek yang paling dinanti. Tidak lagi menggunakan dua lensa telefoto terpisah seperti pendahulunya, S26 Ultra mengadopsi teknologi continuous optical zoom vario-summicron. Ini memungkinkan perpindahan focal length dari 3x hingga 10x secara optikal tanpa kehilangan kualitas, sebuah fitur yang tidak dimiliki oleh seri S25 Ultra yang mengandalkan cropping digital di antara lensa fix.
Hasilnya adalah ketajaman yang konsisten pada tingkat perbesaran berapapun. Detail tekstur pada zoom 5x hingga 7x terlihat jauh lebih natural dibandingkan hasil interpolasi digital pada model tahun lalu. Bagi penggemar fotografi konser atau satwa liar, fitur ini merupakan pembeda utama yang membuat S26 Ultra unggul telak.
Integrasi AI dan Perangkat Lunak
Galaxy AI pada seri S26 Ultra telah matang dibandingkan iterasi awal pada S24 atau S25. Perbandingannya terletak pada kecepatan pemrosesan on-device. Fitur penerjemah langsung dan penyuntingan foto generatif kini berjalan dengan latensi yang nyaris nol, berbeda dengan generasi sebelumnya yang terkadang membutuhkan waktu tunggu beberapa detik karena ketergantungan pada cloud.
Selain itu, fitur asisten fotografi kini lebih proaktif. Jika pada S25 Ultra pengguna harus memilih mode secara manual, S26 Ultra secara otomatis menyarankan komposisi dan pengaturan berdasarkan analisis scene secara real-time yang jauh lebih akurat. Ini membuktikan bahwa peningkatan hardware NPU berdampak langsung pada pengalaman software.
Daya Tahan Baterai dan Pengisian Daya
Meskipun kapasitas baterai secara nominal tidak mengalami perubahan drastis, yakni tetap di kisaran 5.000 mAh, daya tahan aktual menunjukkan perbedaan. Berkat efisiensi chipset Snapdragon 8 Gen 5, screen-on-time (SOT) pada S26 Ultra tercatat lebih lama sekitar 1-2 jam dibandingkan S25 Ultra dalam skenario penggunaan campuran.
Namun, dalam hal kecepatan pengisian daya, Samsung tampaknya masih konservatif. Tidak ada lonjakan kecepatan charging yang signifikan jika dibandingkan dengan kompetitor atau bahkan seri sebelumnya. Pengguna S25 Ultra tidak akan merasakan perbedaan kecepatan pengisian yang berarti, yang mungkin menjadi sedikit kekecewaan bagi mereka yang mengharapkan teknologi pengisian daya super cepat.
Kesimpulan: Signifikansi Upgrade
Menutup review Samsung Galaxy S26 Ultra ini, kesimpulan ditarik berdasarkan perbandingan fitur yang telah dibahas. Perangkat ini bukanlah sekadar penyegaran rutin. Perubahan pada mekanisme zoom optikal dan manajemen termal chipset menawarkan nilai tambah yang nyata, bukan sekadar gimmick.
Bagi pengguna Galaxy S25 Ultra, alasan upgrade mungkin terletak pada kebutuhan spesifik akan fotografi jarak jauh yang lebih superior atau performa gaming yang lebih dingin. Namun, bagi pengguna seri S23 Ultra atau yang lebih lama, S26 Ultra menawarkan lompatan teknologi yang sangat masif di segala aspek, mulai dari layar, kamera, hingga kecerdasan buatan.