Uji Benchmark Snapdragon 8 Gen 5: Skor AnTuTu dan Geekbench

Analisis mendalam mengenai proyeksi skor benchmark Snapdragon 8 Gen 5 di AnTuTu dan Geekbench. Pembahasan berfokus pada perbandingan fitur arsitektur CPU Oryon, GPU Adreno terbaru, dan NPU yang ditingkatkan sebagai pendorong utama lonjakan performa signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, bukan sekadar melihat angka akhir.

Uji Benchmark Snapdragon 8 Gen 5: Skor AnTuTu dan Geekbench

Uji Benchmark Snapdragon 8 Gen 5: Skor AnTuTu dan Geekbench

Baca juga:
Skor AnTuTu Snapdragon 8 Gen 5: Pecahkan Rekor Performa 2026
Hasil Benchmark Snapdragon 8 Gen 5: Performa Gaming 2026

Kehadiran chipset flagship terbaru dari Qualcomm selalu menjadi momen yang dinanti di industri teknologi. Snapdragon 8 Gen 5, sebagai penerus, diproyeksikan membawa lonjakan performa yang tidak hanya bersifat inkremental, tetapi juga transformasional. Fokus utamanya bukan lagi sekadar angka mentah, melainkan evolusi fitur fundamental yang mendasari kekuatan pemrosesannya.

Analisis skor benchmark AnTuTu dan Geekbench untuk Snapdragon 8 Gen 5 lebih bermakna jika dilihat dari sudut pandang perbandingan fitur. Peningkatan skor yang masif bukanlah keajaiban, melainkan hasil langsung dari perombakan arsitektur CPU, peningkatan kapabilitas grafis, serta akselerasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih matang dibandingkan pendahulunya, Snapdragon 8 Gen 4.

Arsitektur CPU Oryon Kustom: Otak di Balik Performa Single-Core

Peningkatan IPC (Instructions Per Clock) sebagai Fitur Utama

Salah satu fitur pembeda utama pada Snapdragon 8 Gen 5 adalah penggunaan inti CPU Oryon kustom generasi terbaru. Berbeda dengan inti ARM standar, desain kustom memungkinkan Qualcomm untuk mengoptimalkan IPC secara drastis. Ini berarti setiap siklus clock mampu mengeksekusi lebih banyak instruksi, menghasilkan performa single-core yang superior.

Jika dibandingkan dengan Snapdragon 8 Gen 3 yang masih mengandalkan desain ARM Cortex, lompatan ke Oryon kustom pada Gen 4 dan penyempurnaannya di Gen 5 adalah perubahan fundamental. Fitur inilah yang diprediksi akan mendorong skor Geekbench single-core ke level yang belum pernah tercapai sebelumnya di platform mobile.

Konfigurasi Core untuk Efisiensi Multi-Core

Selain kekuatan individual, fitur konfigurasi core juga memegang peranan penting. Snapdragon 8 Gen 5 diperkirakan akan melanjutkan strategi klaster performa dan efisiensi. Namun, optimisasi pada pembagian tugas antar-core dan peningkatan kecepatan cache L3 akan memastikan kinerja multi-core yang tidak hanya kencang, tetapi juga lebih efisien dalam manajemen daya.

GPU Adreno Generasi Baru: Ray Tracing dan Gaming Berkelanjutan

Fitur Hardware-Accelerated Ray Tracing yang Ditingkatkan

Performa grafis tidak hanya diukur dari frame rate. Snapdragon 8 Gen 5 membawa peningkatan signifikan pada fitur hardware-accelerated ray tracing. Kemampuan ini memungkinkan simulasi cahaya yang jauh lebih realistis dalam game, sebuah fitur yang sebelumnya hanya dominan di PC dan konsol.

Dibandingkan GPU Adreno pada Gen 4, versi terbaru ini dirancang untuk menangani beban kerja ray tracing yang lebih kompleks dengan konsumsi daya lebih rendah. Peningkatan fitur ini akan tercermin langsung pada skor sub-tes GPU di AnTuTu dan benchmark spesifik seperti 3DMark Solar Bay.

Manufaktur Proses Node yang Lebih Canggih

Salah satu fitur yang sering terlewatkan adalah proses manufaktur. Snapdragon 8 Gen 5 kemungkinan besar akan diproduksi menggunakan node 2nm atau 3nm generasi kedua dari TSMC. Proses yang lebih kecil ini memungkinkan penempatan lebih banyak transistor, yang berdampak langsung pada dua hal:

  • Peningkatan performa pada tingkat daya yang sama.
  • Pengurangan konsumsi daya pada tingkat performa yang sama.

Fitur ini krusial untuk menjaga performa puncak (sustain performance) dalam sesi gaming yang panjang, mencegah throttling, dan memastikan skor benchmark yang stabil dan tinggi.

NPU Hexagon Terbaru: Mendorong Era AI Generatif On-Device

Akselerasi untuk Model Bahasa Besar (LLM)

Neural Processing Unit (NPU) pada Snapdragon 8 Gen 5 bukan lagi sekadar pelengkap. Fitur utamanya adalah kemampuan mengakselerasi pemrosesan AI generatif secara on-device. Ini berarti tugas-tugas seperti menjalankan model bahasa besar (LLM) atau membuat gambar dari teks dapat dilakukan langsung di perangkat tanpa koneksi internet.

Kemampuan NPU ini jauh melampaui apa yang ditawarkan Snapdragon 8 Gen 3 dan merupakan peningkatan signifikan dari Gen 4. Fitur ini secara langsung akan mendongkrak skor AI Benchmark dan sub-tes UX (User Experience) pada AnTuTu v10, yang kini memberikan bobot lebih besar pada kapabilitas AI.

Proyeksi Skor Berdasarkan Analisis Fitur

Ekspektasi Skor AnTuTu Melampaui 3,5 Juta

Berdasarkan kombinasi fitur-fitur di atas, skor AnTuTu Snapdragon 8 Gen 5 diproyeksikan menembus angka 3,5 juta poin. Rinciannya berasal dari:

  • Skor CPU: Didorong oleh IPC superior dari core Oryon kustom.
  • Skor GPU: Peningkatan dari efisiensi node dan kapabilitas ray tracing.
  • Skor MEM: Peningkatan kecepatan RAM dan storage controller.
  • Skor UX: Lonjakan signifikan berkat NPU yang dioptimalkan untuk AI.

Target Skor Geekbench: Dominasi Single-Core dan Multi-Core

Untuk Geekbench 6, fokus pada performa IPC dari CPU Oryon menjadi kunci. Skor single-core diperkirakan dapat mencapai atau bahkan melampaui 3.000 poin, sementara skor multi-core berpotensi menembus 10.000 poin. Angka-angka ini bukan sekadar klaim, melainkan hasil logis dari fitur arsitektur yang diusungnya.

Kesimpulan: Evolusi Fitur, Bukan Sekadar Angka Benchmark

Menganalisis uji benchmark Snapdragon 8 Gen 5 menuntut kita untuk melihat lebih dalam dari sekadar skor akhir AnTuTu dan Geekbench. Angka-angka impresif yang muncul adalah cerminan dari evolusi fitur yang nyata: arsitektur CPU kustom yang matang, GPU yang siap untuk era gaming baru, dan NPU yang membawa AI generatif ke genggaman pengguna.

Perbandingan fitur inilah yang menunjukkan bahwa lompatan performa dari satu generasi ke generasi berikutnya semakin didasari oleh inovasi rekayasa yang cerdas. Snapdragon 8 Gen 5 tidak hanya menjanjikan kecepatan, tetapi juga kapabilitas baru yang akan mendefinisikan pengalaman smartphone flagship di masa depan.

Bacaan Terkait